Katongan

Saatnya Anak Muda Jadi Pengusaha Sukses

Warto Deso – Rabu, 11 April 2018 – Klegung – Perkembangan teknologi dan informasi yang berkembang pesat saat ini harus bisa kita manfaatkan terutama oleh generasi muda atau sering disebut generasi milenial.

Hal tersebut yang coba dimanfaatkan oleh pemuda Padukuhan Klegung, Agus PB (27) mulai mengembangkan budidaya jamur tiram. Berawal Dari hobinya jajanan kuliner , suatu hari saat sedang berburu kuliner di restoran ternama di wilayah Sleman berinisial “J” yang menyajikan menu serba jamur; bakso jamur, sate jamur, rica rica jamur, nasi goreng jamur dan masih banyak lagi menu lainnya.

“Setelah makan menu serba jamur lalu saya menuju ke stand di restoran itu yang memamerkan berbagai macam bibit jamur; yaitu bibit jamur tiram, jamur kuping dan jamur merang, setelah pulang saya berpikiran untuk mencoba hal baru yang belum pernah ada di dusunku yaitu budidaya jamur tiram” terang Agus PB Pengusaha muda dari Klegung.

Keyakinannya untuk membudidayakan jamur tiram sudah bulat karena jamur tiram lebih laku dipasaran dibanding jamur kuping dan jamur merang. Langkah awal yang dilakukannya yaitu langsung mencari info sebanyak banyaknya tentang budidaya jamur tiram di internet. Kemudian belajar langsung selama seminggu ke petani jamur di wilayah Godean, mengenai tatacara pembibitan, perawatan hingga pemanenan. Media tanam sangat mudah didapat dan murah meriah, kita cukup mempersiapkan sekam, bekatul dan ampas sisa penggergajian.

“Banyak kendala saat mau memulai usaha, yang pertama masalah modal, yang kedua masalah pemasaran” ungkap Agus.

Namun usaha tak akan jalan kalau kita tak mau memulainya. Berkat kerja keras dan keuletannya berbekal modal awal 1,5 juta akhirnya Agus bisa membudidayakan jamur tiram sebanyak 2000 bibit. Hanya dalam satu Kali panen modal awal sudah kembali, padahal rata rata jamur tiram bisa dipanen 4 – 5 kali. Dari pembibitan sampai panen hanya membutuhkan waktu 30 hari atau sebulan. Dibalik keuntungan yang besar Dari budidaya jamur tiram ada hal penting yang patut diperhatikan yaitu perlunya kehati hatian saat perawatan, perlu penanganan khusus, ketelatenan dan keuletan, kalau semua itu tidak diperhatikan jangan harap bisa panen banyak karena resikonya adalah gagal panen. Tempat budidaya juga harus jauh dari kandang ternak, perlu tempat yang lembab dan aman dari sinar matahari.

Omset jamur tiram sekarang mencapai Rp. 100.000,- perhari. Ada keinginan darinya untuk menambah pangsa pasar yaitu menjadi penyedia stock jamur bagi restoran restoran di jogja namun masih terkendala modal yang cukup besar. Pihak restoran menginginkan jumlah setoran 10 kg perhari, namun Agus baru bisa panen 5 kg perhari. Untuk mencukupinya perlu budidaya minimal 7000 bibit jamur sedangkan dia lagi terkendala soal kekurangan modal dan kurangnya partner kerja yang sama usaha budidaya jamur.

“Buat generasi muda, janganlah takut jadi Pengusaha!!! Jangan takut mencoba usaha baru di wilayah kita. Jangan takut gagal karena kegagalan itu awal dari kesuksesan, dari kegagalan kita bisa belajar dan mewujudkan peluang usaha” Pesan Agus PB.

Inspirasi yang bagus buat generasi muda atau generasi milenial untuk selalu mencoba hal baru demi mencapai sukses. Setelah uraian saya diatas ada yang mulai tertarik bisnis budidaya jamur tiram?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *