Katongan

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Serta Perubahan Nomenklatur Pamong Kelurahan Katongan.

Warto Deso Rabu 17 Juni 2020 . Pelantikan dan pengambilan sumpah pamong Kalurahan Katongan yang sekaligus perubahan nama atau nomenklatur jabatan yang ada di Kalurahan Katongan. Acara ini dihadiri Kepala DP3AP2KBPM,Penewu Nglipar,DANRAMIL Nglipar,Kapolsek Nglipar, Kepala KUA Nglipar, Dan perwakilan Lembaga yang ada di Kalurahan Katongan. Jumawan Selaku Lurah Katongan menyampaikan bahwa dalam acara pelantikan ini hanya dihadiri dari perwakilan Lembaga Kalurahan karena pembatasan soial yang harus diberlakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang belum bisa diatasi sampai saat ini. Jumawan juga menambahkan perubahan ini adalah amanat dari Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta dan merupakan keistimewaan Yogyakarta yang tidak dimiliki oleh Provinsi lain. Selain itu Jumawan berpesan kepada pamong untuk meningkatkan loyalitas dan etos kerjanya demi kemajuan Kalurahan Katongan

Sukamto Selaku Penewu Nglipar menuturkan perubahan nomenklatur ini menjadi pelecut semangat atau motivasi untuk bekerja lebih baik, Dalam nomenklatur yang lampau pamong desa mempunyai tugas untuk melaksanakan pemerintahan , pembangunan , pembinaan dan pemberdayaan masyarakat maka setelah diangkat menjadi pamong saat ini tugasnya bertambah satu yaitu urusan keistimewaan Yogyakarta.

Sujoko selaku kepala DP3AP2KBPM menyampaikan hal senada derngan Lurah Katongan dan Penewu Nglipar yaitu perubahan nama atau nomenklatur ini merupakan amanat Undang-Undang nomor 13 tahun 2012 dan wujud keistimewaan Yogyakarta yang tidak dimiliki oleh daerah atau provinsi lain. Untuk pelantikan dan pengambilan supah ini Dia mematok atau menentukan harus selesai pada tanggal 19 Juni 2020 karena setelah itu ada hal lain yang akan dikerjakan. Perubahan nama atau nomenklatur ini harus diketahui oleh seluruh unsur lembaga maupun masyarakat sehingga tidak ada lagi yang salah meyebut atau sebutan lama. Istilah atau nomen klatur yang digunakan ini sebenarnya adalah Istilah atau nomen klatur yang dulu pernah digunakan seperti Penewu ini kalua jaman dahulu kendaraanya adalah jaran atau kuda. Sujoko menambahkan walaupun namanya sudah berubah menjadi Kalurahan tetapi tetap harus berpedoamn pada Undang-Undang Desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *