Katongan

Launching Produsen Penangkaran Benih Kedelai Serta Sosialisasi Museum Wisata Tani

Warto Deso – Selasa, 13 Maret 2018 – Klegung – Kelompok Tani “Ngudi Rejeki” yang diketuai Cipto Suwarno pada hari ini di balai padukuhan Klegung mengadakan launching produsen penangkaran benih kedelai dan dilanjutkan Sosialisasi Museum Wisata Tani Klegung.

Acara ini dihadiri Bhabin Kamtibmas, PemDes Katongan, Perangkat Desa / Dukuh, Kelompok Tani dan KWT se Desa Katongan serta warga masyarakat Klegung.

“Kelompok Tani Ngudi Rejeki Klegung telah resmi sebagai produsen penangkar benih kedelai dan telah memiliki label sejak 23 Februari 2018, Kelompok Tani penyangga dari Kepuhsari ada 3 kelompok, Perbutan ada 1 kelompok, Jeruklegi ada 2 kelompok” terang Cipto Suwarno Ketua Kelompok Tani Ngudi Rejeki Klegung.

Benih Kedelai yang nantinya akan ditangkarkan adalah dari kedelai berbunga biru, harga beli ke kelompok adalah Rp. 10.000 per Kg. Setiap Kelompok di ambil 400 Kg.

“Pada tahun 2018 Progam Pemerintah Pengembangan Kedelai MH2, MK, MH1. Di Kecamatan Nglipar dikembangkan seluas 460 Ha. Progam MK dilaksanakan 9 Kelompok, jadi nantinya Produsen penangkar benih kedelai perlu menyediakan 3,6 Ton. Teknik pengembangannya MH2 ditangkarkan lagi untuk produksi MK ” kata Wakijo Mantri Tani Kecamatan Nglipar.

Acara dilanjutkan sosialisasi Museum Wisata Tani yang sedang dibangun di lokasi tanah pekarangan Suroto S.Sos Ketua Kelompok Tani Ternak Ngudi Rejeki Klegung.

“Saya minta dukungan dari semua elemen untuk pembuatan dan pengembangan Museum Wisata Tani, bagi yang memiliki peralatan pertanian tradisional yang sudah langka bisa dititipkan di museum untuk nantinya kita pamerkan, sehingga nantinya progam museum wisata tani bisa segera terwujud, kedepannya bisa meningkatkan pendapatan warga masyarakat di padukuhan Klegung dan seluruh Desa Katongan pada umumnya ” Ujar Suroto S.Sos Ketua Kelompok Tani Ternak Ngudi Rejeki Klegung.

Tanggapan warga masyarakat Klegung dan Kelompok Tani se Desa Katongan sangat antusias dan mereka siap mendukung kedua progam dari Kelompok Tani Ngudi Rejeki Klegung tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *