Arsip Kategori: Katongan

Mengolah Potensi Makanan lokal bersama Griya Coklat

Wartodeso Selasa 14 Juni 2022 setelah mendapatkan penjelasan dari Pokdarwis dan BUMDES tim studi banding dampingan paluma kemudian belajar mengolah potensi makanan lokal bersama Griya Coklat Nglanggeran . tim studi banding mendapat penjelasan dari pengelola griya cokelat bahwa griya cokelat ini tidak langsung berdiri tetapi melalui banyak tahapan yang harus dilakukan . tahap pertama adalah dengan melakukan pembinaan terhadap para petani dari pemilihan bibit ,penanaman, pemeliharaan tanaman, panen , sampai pembuatan kakao fermentasi yang baik. Tahap kedua pembinaan terhadap tim pembuat bubuk coklat . tahap ketiga pembinaan terhadap tim pengolah coklat untuk menjadikan cokelat menjadi makanan atau minuman .

Pembagian kerja yang dilakukan di griya coklat ini menggunakan sistem klaster yang terdiri dari empat klaster yaitu Klaster pertama penyedia bahan baku yang diisi oleh kelompok tani yang ada di Nglanggeran. , Klaster kedua unit pengelola hasil (UPH) yang bertugas untuk melakukan fermentasi biji kakao yang dilakukan oleh bapak – bapak. Klaster ketiga tim bubuk yang mengolah biji kakao fermentasi menjadi bubuk . klaster keempat yaitu tim pengolah yang bertugas mengolah kakao bubuk menjadi makanan dan minuman.

Nanang Priyana selaku manager proyek paluma nusantara menyampaikan bahwa saat ini tim studi banding memang sedang berada di Griya Coklat nglangeran yang merupakan pusat pengolahan coklat tetapi bukan untuk belajar pengolahan coklat tetapi sistem kerja dan pengelolan potensi lokal yang ada bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tiga desa dampingan paluma ini memiliki potensi produk lokal yang tidak kalah dengan desa nglanggeran namun belum terkelola dengan baik sehingga sepulangnya dari studi banding ini tim dari masing – masing desa bisa menerapkan apa yang didapat disini sesuai dengan kondisi dan potensi yang ada di setiap desa .

Belajar Dari Desa Wisata tingkat Internasional

Watodeso Minggu 12 Juni 202. Tempat pertama yang dikunjungi oleh tim studi banding dampingan PALUMA adalah Desa Wisata Nglanggeran di kabupaten Gunungkidul , Dipilihnya tempat ini adalah karena prestasi – prestasi yang telah diraih serta benar- benar melibatkan kelompok – kelompok masyarakat setempat, sehingga tim studi banding bisa mempelajari hal – hal tersebut kemudian apa yang sesuai dengan kondisi tiga desa bisa diterapkan namun jika tidak bisa dimodifikasi agar selaras dengan kebutuhan tutur umi azizah selaku ahli tenaga pengembangan ekonomi.

Dalam kunjungan di Desa Wisata Nglanggeran tim mendapat penjelasan dari Budi Subaryadi dari perwakilan Pengurus POKDARWIS . Budi Menyampaikan pengelolaan desa wisata ini awalnya dari karang taruna bukan langsung terbentuk POKDARWIS tetapi awalnya adalah kegiatan – kegiatan yang terkait pengelolaan kawasan gunung api Nglanggeran kemudian baru setelah itu ada inovasi – inovasi lainya bersama stakeholder- stekholder serta pemerintah Kaluran , Kabupaten , serta Provinsi untuk pengembangan potensi – potensi yang ada di Nglanggeran. Visi Kami adalah menjadi desa wisata unggulan yang berbasis masyarakat. Kunci keberhasilan kami adalah berbasis masyarakat yang artinya kami bersama masyarakat mengelola wisata pihak swasta hanya bekerja sama saja tidak punya hak mengelola . selain sebagai wisata kami juga bekerja untuk perlindungan dan pelestarian lingkungan serta adat istiadat. Saat ini kami mengembangkan pemasaran satu pintu agar lebih mudah dalam pengelolaan serta mempermudah pengunjung – pengunjung yang akan ke Kelurahan Nglanggeran.

Selain dari POKDARWIS Tim studi banding juga mendapatkan penjelasan dari Ketua BUMDES Tunas Mandiri Nglanggeran Ahmad Nasruddin. BUMDES Tunas Mandiri Nglanggeran merupakan BUMDES yang lahir belakangan setelah ada POKDARWIS dan wisata di Nglanggeran ini makanya Pengelola Wisata ini bukan unit Usaha Bumdes tetapi adalah Mitra karena kami sama – sama bekerja untuk kesejahteraan masyarakat sehingga lebih baik saling bersinergi agar bisa saling menghargai karena sebagian besar kalau tidak bersinergi malah akan menimbulkan hal – hal yang tidak diinginkan..

Tiga Desa Dampingan Paluma Studi Banding Ke Yogyakarta

PALUMA bekerjasama dengan ASB-BMZ telah menandatangani Kerjasama pengembangan program di Propinsi Lampung, Kabupaten Lampung Selatan tepatnya di desa Kunjir,Suak , Sukaraja . Program ini meliputi 3 hal, yaitu: manajemen risiko, inklusi dan penggembangan ekonomi local.


Dalam penguatan ekonomi lokal dilakukan dengan mendorong usaha kecil yang ada di desa – desa dampingan untuk memproduksi makanan yang bisa dimanfaatkan untuk konsumsi pertemuan. Dalam upaya mendorong produk makanan tersebut dimulai dengan melakukan pengemasan yang baik sampai produk tersebut bisa terjual.selain hal tersebut Penguatan kelembagaan ekonomi desa dilakukan dengan melakukan revitalisasi BUMDes dengan melakukan Bimtek dengan narasumber dari Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul DIY, Bapak Wahyudi Anggoro Hadi yang telah berhasil meraih banyak prestasi secara nasional dalam pengelolaan BUMDes.


Untuk memperdalam pemahaman tentang manajemen risiko, inklusi dan pengembangan ekonomi local, dilakukan studi banding Studi Banding Ke Yogyakarta tepatnya ke Desa Wisata Nglanggeran , Panggungharjo , Bank Sampah Bumijo , Kelompok Usaha Sari Rasa. Hal ini dilakukan agar mendapat gambaran nyata tentang pengelolaan BUMDes, pengelolaan sampah, pengembangan kelompok ekonomi, pengembangan pariwisata dan aksesibilitas untuk penyandang disabilitas.


Peserta study banding ini sebanyak 42 orang yang terdiri dari Dinas – Dinas Kabupaten lampung selatan yaitu DPMD , BAPPEDA , Disperindag, Dinas Pariwisata yang menjadi mitra PALUMA Dalam mendampingi ketiga desa yang ada di lampung selatan , yang pasti peserta juga perwakilan pemangku kepentingan di masing – masing desa.

Peresmian Rumah Singgah Anak yatim

Warto Deso  Minggu 30 Januari 2022,  peresmian rumah singgah anak yatim yang bertempat di kompleks masjid Umi Hanifah kepuhsari katongan Nglipar Gunungkidul. Ini dihadiri oleh para tamu undangan diantaranya DR. Muchlas M.T ( Rektor Universitas Ahmad Dahlan ) , Kardi, SH ( Inisiator pembangunan rumah yatim) ,  Muh Setiawan I, SH, MSi  (Penewu Nglipar),Jumawan , Donatur rumah singgah, Anak yatim binaan FKAM dan masjid Uni Hanifah ,  takmir masjid dan jamaah masjid uni Hanifah. Dalam acara peresmian ini juga diselenggarakan pasar murah serta tabligh akbar.

Rumah singgah anak yatim ini diresmikan oleh penewu kecamatan Nglipar Muh Setiawan I, SH, MSi  , dalam sambutannya Muh Setiawan  menyampaikan bahwa dalam surat Al- Ma’un kelompok atau golongan yang pertama kali disebut adalah anak yatim baru setelahnya adalah orang miskin dan kita disini sebagian sudah mengamalkan dari surat Al Ma’un  tersebut. Selain Rumah singgah yatim ini pemberdayaan juga dilakukan oleh pak Jumawan melalui bantuan  langsung tunai ( BLT). Semoga kegiatan pemberdayaan seperti ini banyak dilakukan sehingga bisa menaikkan kesejahteraan masyarakat.

Kardi,SH

Kardi, SH ( Inisiator pembangunan rumah yatim menyampaikan bagaimana iya bisa berpikir untuk membangun rumah yatim ini adalah bulan Ramadhan tahun 2021 yang melihat kegiatan pembinaan anak yatim yang dilakukan oleh FKAM dan masjid uni Hanifah ini belum memilikinya tempat tersendiri sehingga perlu membangun tempat untuk pembinaan anak yatim. Dia bersyukur masih banyak orang-orang baik di indonesia yang peduli pada anak yatim sehingga mereka mau mau bekerja sama ma untuk membangun rumah singgah untuk anak yatim. Dari beberapa donatur terkumpullah uang sebanyak 260 juta rupiah yang dipakai untuk membuat rumah singgah ini. Uang dari donatur hanya digunakan untuk membangun gedung karena untuk tanah ini wakaf dari H. Tulus 500 Meter.

DR. Muchlas M.T menyampaikan  bahwa rumah singgah bisa digunakan untuk membina anak yatim di Nglipar  menjadi anak- anak yang Soleh dan Solehah  dan semoga di tempat  ini juga melahirkan  pemimpin bangsa yang hebat. Untuk itu kita perlu menyiapkan anak – anak disini dengan Pendidikan yang baik. Secara kelembagaan saya memberikan beasiswa full  kepada anak – anak binaan rumah singgah disini untuk berkuliah di Universitas Ahmad Dahlan  . Oleh karena kepada relawan yang mendampingi anak – anak yatim jika ada yang sudah lulus SMA segera didaftarkan ke UAD . Selain rumah singgah anak yatim  ini  UAD siap bekerja sama dengan pemerintah kapanewon Nglipar  untuk program – program lain yang bermanfaat bagi masyarakat.

Musrenbang Kalurahan Katongan 2021

Warto Deso Kamis 14 Oktober 2021 Musyawarah perencanaan pembangunan saluran ketemuan tahun anggaran 2022 yang dihadiri oleh penewu Nglipar, BPKal, LPMD, Babinsa ,Bhabinkamtibmas, serta beberapa tokoh masyarakat . Acara ini diawali dengan pembacaan proyeksi pendapatan keluaran katongan tahun anggaran 2022 berdasarkan paku indikasi keluaran kata pengantar 2021 oleh lurah katongan jumawan. Proyeksi Angaran kelurahan Katongan pada tahun 2022 sebesar 3.282.926.800. proyeksi anggaran ini bersumber dari pendapatan asli desa, dana desa dari APBN, bagi hasil pajak dan retribusi, alokasi dana desa, bantuan keuangan dari kabupaten, bantuan keuangan dari provinsi, den pendapatan desa yang lainnya secara sah.

Jumawan juga menyampaikan anggaran ini akan dikenakan untuk kemajuan desa katongan dan kemakmuran masyarakat untuk itu ia berharap masyarakat bisa terlibat aktif dalam pembangunan untuk memajukan desa katongan.

Penewu Nglipar dalam sambutannya menyampaikan Katongan sebagai desa wisata,Desa budaya,Desa Prima harus menjalankan program-program yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat pemerintah provinsi Pemerintah Kabupaten serta Kelurahan sendiri hal ini demi untuk kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat katongan. Desa katongan yang juga sudah memiliki bumdes ini bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan pendapatan asli desa atau PAD.

Setiawan selaku penewu Nglipar pesan kepada para peserta musyawarah perencanaan pembangunan untuk memperhatikan Atau mencermati anggaran untuk kesehatan , keamanan , serta bidang-bidang lainnya singa tidak ada yang terlupakan karena semua itu penting Demi Kesejahteraan masyarakat