Arsip Kategori: Katongan

Musrenbang Kalurahan Katongan 2021

Warto Deso Kamis 14 Oktober 2021 Musyawarah perencanaan pembangunan saluran ketemuan tahun anggaran 2022 yang dihadiri oleh penewu Nglipar, BPKal, LPMD, Babinsa ,Bhabinkamtibmas, serta beberapa tokoh masyarakat . Acara ini diawali dengan pembacaan proyeksi pendapatan keluaran katongan tahun anggaran 2022 berdasarkan paku indikasi keluaran kata pengantar 2021 oleh lurah katongan jumawan. Proyeksi Angaran kelurahan Katongan pada tahun 2022 sebesar 3.282.926.800. proyeksi anggaran ini bersumber dari pendapatan asli desa, dana desa dari APBN, bagi hasil pajak dan retribusi, alokasi dana desa, bantuan keuangan dari kabupaten, bantuan keuangan dari provinsi, den pendapatan desa yang lainnya secara sah.

Jumawan juga menyampaikan anggaran ini akan dikenakan untuk kemajuan desa katongan dan kemakmuran masyarakat untuk itu ia berharap masyarakat bisa terlibat aktif dalam pembangunan untuk memajukan desa katongan.

Penewu Nglipar dalam sambutannya menyampaikan Katongan sebagai desa wisata,Desa budaya,Desa Prima harus menjalankan program-program yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat pemerintah provinsi Pemerintah Kabupaten serta Kelurahan sendiri hal ini demi untuk kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat katongan. Desa katongan yang juga sudah memiliki bumdes ini bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan pendapatan asli desa atau PAD.

Setiawan selaku penewu Nglipar pesan kepada para peserta musyawarah perencanaan pembangunan untuk memperhatikan Atau mencermati anggaran untuk kesehatan , keamanan , serta bidang-bidang lainnya singa tidak ada yang terlupakan karena semua itu penting Demi Kesejahteraan masyarakat

YATIM SMART FKAM KABUPATEN GUNUNGKIDUL

21 Agustus 2021

Islam Sangat Memperhatikan Anak Yatim

Islam memberikan perhatian yang sangat besar kepada anak yatim. Hal ini bisa dilihat dari hadist – hadist tentang anak yatim diantaranya sebagai berikut .

“Dalam asuhanku terdapat seorang anak yatim. Apakah aku boleh memakan sebagian dari hartanya? Aisyah menjawab, “Rasulullah bersabda, “Sebaik-baik dari apa yang dimakan oleh Seorang laki-laki adalah yang berasal dari hasil usahanya, dan anak adalah hasil dari usahanya.”(HR. Abu Daud: 3528)

“Aku akan bersama orang-orang yang
mengurusi anak Yatim dalam surga.” Seperti inilah, beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah lalu beliau membuka sesuatu diantara keduanya. (HR. Bukhari 5304 dalam Fathul Bari).

“Orang yang menanggung anak yatim miliknya atau milik orang lain, aku dan dia seperti dua ini di surga.” Malik mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah. (HR. Muslim:2983)

Pemberdayaan Anak Yatim

Maka dari itu Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM) Kabupaten Gunungkidul membuat program pemberdayaan anak yatim yang diberi nama Yatim SMART dengan kepanjangan Shalih, Mandiri, Cerdas dan Terampil.

Program Yatim SMART ini diadakan untuk membantu pendidikan, kesehatan, psikis, fisik, skill dan tumbuh kembang anak yatim.

Program ini sudah dilakukan sekitar 2 periode oleh FKAM Gunungkidul dan saat in adalah periode 2 yang berpusat di kantor FKAM Kabupaten Gunungkidul di Komplek Masjid Umi Anifah, Dorog , Kepuhsari, katongan,Nglipar, Gunungkidul.

Program Yatim Smart periode kedua ini dimulai sekitar akhir tahun 2019
yang dimulai dengan sosialisasi kepada calon anak yatim binaan kemudian dilanjutkan kegiatan pembinaan .

kegiatan pembinaan yang dilakukan saat ini adalah cara membaca Al- Qur’an (Tahsin), Tausiyah, Motivasi, dan beberapa kegiatan lainya. Selain pembinaan FKAM Gunungkidul juga Beasiswa Pendidikan dan Bantuan biaya Kesehatan. Tutur SuyonoS.Pd.I selaku Ketua FKAM Kabupaten Gunungkidul

Jumlah Anak Binaan

Saat ini jumlah Anak binaan FKAM Gunungkidul Sebanyak 20 anak yatim yang duduk dibangku Sekolah Dasar (SD ) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA).

Setiap sabtu anak- anak tersebut akan mendapatkan pembinaan dan program -program lainya.

Saat ini juga terdapat anak 3 yatim binaan FKAM yang sedang menempuh Pendidikan di Pondok Pesantren Al Hikmah Karangmojo dan Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Darul Khoir Nglipar imbuh Suyono S.Pd.I

Antusiasme Masyarakat Katongan Ikut Vaksinasi

Warto deso Jumat 9 juli 2021 UPT Puskesmas Nglipar 2 bekerjasama dengan pemerintah kelurahan katongan melakukan vaksinasi untuk masyarakat yang dilaksanakan selama 2 hari yaitu Kamis 8 Juli dan jum’at 9 juli . Peserta vaksinasi selama 2 hari ini yang terdaftar sebanyak 536 orang yang tervaksin 470 orang tertunda 66 orang. penyebab tertundanya vaksinasi terhadap 66 orang tersebut beragam tekanan darah tinggi dan sebagainya yang memang beresiko jika menerima vaksin.

pemerintah desa katongan mengapresiasi antusias masyarakat dalam program vaksinasi yang bertempat di komplek kelurahan katongan dihadiri oleh 536 orang . Wawan Gunarjo selaku Kasi Pelayanan / Kamituwo kelurahan katongan menyampaikan pesan kepada masyarakat walaupun sudah menerima vaksinasi harus tetap patuh terhadap protokol kesehatan , jika beraktivitas keluar rumah harus memakai masker. Selain itu masyarakat juga harus menjaga imunitas tubuh dengan mengkonsumsi makanan dan minum yang cukup serta mengkonsumsi vitamin karena selain sedang terjadi pandemi saat ini juga sudah mulai masuk musim pancaroba saatnya pergantian musim dimana cuaca sangat dingin maka kalau daya tahan tubuhnya rendah akan mudah sakit sehingga masyarakat kelurahan katongan terjaga kesehatanya.

beberapa masyarakat menyampaikan alasannya mengikuti vaksinasi ini adalah untuk meningkatkan imunitas tubuh dan kekebalan terhadap covid -19 ini . mereka juga menyampaikan dengan meningkatnya kekebalan masyarakat pandemi yang sudah terjadi hampir 2 tahun ini segera berakhir dan bisa hidup seperti terjadi saat pandemi.

Budidaya Melon di Padukuhan Nglebak

Warto Deso 22 Juni 2021 Kelompok Tani Sido Makmur padukuhan Nglebak Kelurahan Katongan di ketuai Siyono dan Sukino Wibowo yang beranggotakan sebagian besar adalah petani milenial bersiap untuk melakukan panen melon yang bertempat RT 06 / RW 03 Panen raya ini akan ini akan memitik dari sebanyak 4000 batang melon yang telah beusia sekitar 60 hari dan telah siap panen . Menurut Siyono bertani buah melon ini kuncinya adalah harus tekun dan tidak boleh dibiarkan begitu saja dan jika ada penyakit atau masalah lainnya harus segera ditangani jangan ditunda – tunda karena dapat menurunkan hasil panen atau kualitas dari buah melon tersebut.

Penjualan hasil panen buah melon ini Kelompok Tani Sido Makmur tidak perlu susah – susah mencari pembeli karena para pedagang sudah banyak yang datang mengambil melon ke kelompok Sido Makmur karena memang permintaan terhadap buah melon ini cukup tinggi hal tersebut jugalah yang membuatnya memilih untuk menanam melon. Siyono mengajak untuk harus berani merubah pola pikir di sektor pertanian salah satunya yang sementara hanya bergetak di bidang tanaman pangan untuk peningkatan hasil.

Dinas pertanian Pangan dan hortikultura Kabupaten Gunungkidul Bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP )Kapanewon Nglipar pada Selasa 22 Juni 2021 memberikan arahan dan motivasi kepada Beni Saputro dan Anggota Kelompok Tani Sido Makmurr. Supardi K, STP, M.M selaku Koordinator PPL Kab.Gunungkidul Menyampaikan pesan untuk tetap semangat dan jika ada kendala tidak sungkan untuk menyampaikan kepada mereka untuk bersama- bersama . Dia Juga ini meminta kepada kelompok untuk mengajak lebih banyak lagi anak-anak muda untuk terlibat di dunia pertanian.

RUWAHAN ADAT TRADISI JAWA TETAP LESTARI

Warto Deso – Katongan, Senin 29 Maret 2021 – Setiap tanggal 15 Sya’ban (Nisfu Sya’ban) di wilayah jawa, terutama Daerah Istimewa Yogyakarta selalu melaksanakan adat tradisi “ruwahan”.

Ruwahan adalah adat tradisi untuk menyambut bulan Suci Ramadhan. Ruwahan berasal dari kata ruwah (arwah), maka berarti tradisi ini untuk mendoakan arwah leluhur dan nenek moyang.

Di wilayah Padukuhan Klegung, Kalurahan Katongan, Kapanewonan Nglipar melaksanakan ruwahan di Balai Padukuhan. Acara berupa kenduri atau kondangan dan doa bersama untuk keselamatan warga Padukuhan dan mendoakan arwah leluhur.

Subarjo Saleh selaku kaum dan tokoh agama, memimpin acara ruwahan dengan membacakan ikrar ruwahan lalu menutup acara dengan doa bersama.

Ruwahan sebagai adat dan tradisi masih tetap lestari sampai sekarang ini. Hal ini selaras dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang selalu menggalakan pelestarian seni dan budaya adiluhung.